praktek tanpa teori ? teori tanpa praktek ?

13 Januari 2011.
pelajaran yang didapat hari ini. beberapa saat yang lalu, apa yang telah menjadi beban pikiranku 6 bulan ini, tersentil. hanya beberapa kata, dari orang yang aku rasa cukup memiliki kesamaan denganku. "kamu suka elektro ? lalu untuk apa anda masuk fisika ?". "Ra, fisika itu hidupku. teorinya aku pelajari di fisika, tapi prakteknya ikut osi. benar-benar jiwaku". satu jawaban yang cukup menyadarkan aku. kenapa aku di sini ? kenapa aku memilih fisika ? apa sebenarnya yang aku suka ? selama ini aku hanya mencari, tapi tanpa melihat sekelilingku, tanpa tau apa yang aku butuhkan. aku suka fisika.AKU SUKA. TITIK. tapi tak pernah mencoba mencari cara bagaimana aku mengexplore rasa sukaku itu, sehingga selama ini merasakan bahwa hal yang aku suka tersebut merupakan sebuah beban di atas pundak, tetapi tidak pernah berpikir bahwa beban itu dapat digunakan untuk menghancurkan tembok tebal masa depan itu sendiri.

dalam opini publik harian pagi hari ini, aku memetik satu pelajaran yang berhubungan dengan pikiran-pikiran (yang kalau dalam bahasa Bayu-ku disebut 'kebulet pikiran') kalutku. tertulis bahwa 'dalam mempelajari suatu hal, tidak jauh berbeda dengan SEPAKBOLA. dalam satu minggu pelatih mengajari teori menendang, menggiring, atau mendribble bola. para pemain tak akan pernah menjadi pemain yang baik, sekalipun para pemain hafal semua teori bermain sepakbola. untuk menjadi pemain bola yang baik, seorang pelatih tak cukup memberi teori saja, tetapi diharapkan membawa pemainnya ke lapangan dan pelatih langsung mengajari bagaimana menendang, menggiring, dan mendribble bola.' so, it decide me to try that, try something new that i ever did, but i know i'll like it :)

P.S. : the next problem is how to get his trust and approvement -,-

0 komentar:

Poskan Komentar